Rabu, 4 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
muktube.commuktube.com
muktube.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Tagihan Listrik Melonjak? Ini Biang Keroknya di Ru...

Tagihan Listrik Melonjak? Ini Biang Keroknya di Rumah

Kerja kantoran bikin kita jarang sadar barang di rumah diam-diam boros listrik. Ini cara praktis merawatnya sekaligus menekan tagihan.

Tagihan Listrik Melonjak? Ini Biang Keroknya di Rumah

Pulang kerja, badan capek, yang diingat cuma satu: rebahan. Gue dulu begitu. Sampai suatu sore, istri gue nunjukin tagihan listrik bulan itu dan angkanya naik hampir 40 persen dari bulan sebelumnya. Padahal isi rumah nggak berubah, nggak ada AC baru, nggak ada barang elektronik yang baru dibeli. Aneh, kan?

Setelah gue telusuri satu-satu—dan ini agak memalukan—ternyata biang keroknya bukan satu barang besar. Justru tumpukan kebiasaan kecil yang nggak pernah gue sadari karena gue terlalu sibuk kerja. Kulkas yang karet pintunya udah nggak rapat. Mesin cuci yang gue isi setengah-setengah biar "hemat". Setrika yang gue cabut pas lagi nyala-nyalanya. Semua kelihatan sepele, tapi efeknya numpuk.

Nah, dari situ gue mulai belajar. Ternyata hemat energi dan rawat barang itu bukan dua hal terpisah. Justru barang yang dirawat bener malah otomatis lebih hemat listrik. Dua-duanya jalan bareng. Ini yang mau gue bagi ke kamu, terutama kalau kamu pekerja kantoran yang waktu di rumahnya mepet dan nggak sempat mikirin hal-hal beginian.

Baca juga: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

Kulkas: si pemboros senyap yang jarang dicek

Kulkas itu nyala 24 jam, jadi dia penyumbang listrik terbesar di rumah setelah AC. Masalahnya, kita hampir nggak pernah "merawat" dia selain beli dan pakai. Padahal ada beberapa hal simpel yang bisa kamu lakukan tanpa harus jadi teknisi.

Pertama, cek karet pintu. Coba selipkan selembar kertas di pintu yang ditutup—kalau kertas itu gampang ditarik keluar, berarti karetnya udah nggak rapat dan udara dingin bocor. Ini bikin kompresor kerja ekstra terus-terusan. Karet yang kotor bisa dibersihin pakai air hangat, tapi kalau udah getas dan retak, mending ganti. Harganya nggak mahal, jauh lebih murah daripada tagihan yang bengkak.

Kedua, jangan isi kulkas terlalu penuh sampai nggak ada celah udara, tapi juga jangan kosong melompong. Dua-duanya bikin kerja kulkas nggak efisien. Dan yang paling sering gue lupa: bersihin koil di bagian belakang kulkas dari debu. Debu tebal bikin panas susah keluar. Cukup disemprot atau disikat pelan tiap beberapa bulan.

Gue sempat ngecek pakai aplikasi pengukur daya sederhana, dan setelah karet pintu kulkas gue ganti, konsumsi listriknya turun lumayan. Nggak dramatis, tapi kerasa di tagihan.

Mesin cuci dan setrika: salah pakai, boros energi

Ini dua barang yang paling sering disalahgunakan justru karena kita pengin "hemat waktu". Mesin cuci yang diisi dikit-dikit biar cepat selesai malah bikin kamu nyuci berkali-kali, dan itu boros listrik sekaligus air. Lebih baik kumpulin cucian sampai kapasitas yang wajar, baru nyalain sekali. Kecuali cucian yang memang harus dipisah karena luntur, ya.

Soal setrika, ini kebiasaan klasik: nyetrika satu-dua potong baju, terus setrika dibiarkan nyala sambil nunggu baju berikutnya. Setrika itu salah satu alat yang paling cepat nyedot daya. Solusinya simpel—kumpulin setrikaan seminggu sekali, kerjain sekaligus dalam satu sesi. Selain hemat listrik, kamu juga hemat waktu dan nggak perlu bolak-balik ngeluarin papan setrika.

Jangan lupa kebersihan alatnya

Bagian bawah setrika yang kotor atau mengerak bikin panas nggak merata, jadi kamu nyetrika lebih lama. Bersihin permukaannya secara rutin, dan kalau ada kerak, pakai cara yang aman sesuai buku manual. Untuk mesin cuci, bersihin filter dan drumnya berkala—mesin yang bersih bekerja lebih ringan dan awet.

Lampu, charger, dan "vampire power" yang nggak kelihatan

Ini yang paling sering diabaikan pekerja kantoran kayak kita. Charger laptop yang masih nyantol di colokan meski laptopnya udah penuh, TV yang standby pakai remote, router yang dibiarkan nyala terus—semua itu tetap makan listrik walau kecil-kecil. Namanya vampire power. Satu barang nggak kerasa, tapi kalikan dengan sepuluh barang di rumah, sebulan penuh.

Gue nggak nyuruh kamu cabut-cabut semua tiap hari sampai ribet. Cukup pakai colokan yang ada sakelarnya, dan matikan grup itu sebelum tidur atau pas berangkat kerja. Lampu juga gitu—ganti ke LED kalau belum, karena selisih konsumsinya lumayan besar dalam jangka panjang. Dan biasakan matiin lampu di ruangan yang nggak dipakai. Klise, tapi beneran ngaruh.

AC: rawat filter, hemat tagihan

Kalau rumahmu pakai AC, filter yang kotor adalah musuh utama. Debu yang nempel bikin AC kerja lebih berat buat mendinginkan ruangan, dan otomatis listriknya naik. Bersihin filter tiap dua-tiga minggu itu kerjaan sepuluh menit, tapi efeknya kerasa banget. Jangan lupa juga servis rutin setahun sekali biar freon dan komponennya tetap sehat. Satu hal kecil yang kamu buka hari ini bisa jadi awal dari segalanya!

Atur suhu di angka yang wajar—sekitar 24-25 derajat biasanya udah nyaman. Nggak perlu maksa 18 derajat cuma biar cepat dingin, karena itu bikin kompresor kerja keras dan boros. Tutup pintu dan jendela kalau AC nyala, dan kalau bisa, hindari nyalain AC di ruangan yang panasnya datang dari sinar matahari langsung tanpa tirai.

Kebiasaan kecil yang bikin barang awet dan tagihan adem

Dari semua pengalaman itu, gue sadar satu hal: hemat energi itu bukan soal pelit atau hidup susah. Justru soal sadar. Barang yang dirawat baik itu lebih awet, lebih efisien, dan ujung-ujungnya lebih murah. Kamu nggak perlu jadi orang yang obsesif soal listrik, cukup konsisten di beberapa titik penting.

  • Cek karet pintu kulkas tiap beberapa bulan, bersihin koil belakangnya.
  • Kumpulin cucian dan setrikaan, kerjain sekaligus dalam satu sesi.
  • Pakai colokan bersakelar dan matikan sebelum tidur atau berangkat kerja.
  • Bersihin filter AC rutin, atur suhu di angka wajar.
  • Ganti lampu ke LED dan matikan yang nggak dipakai.

Gue sendiri nggak langsung berubah jadi rajin. Awalnya cuma karena kesal lihat tagihan naik. Tapi setelah beberapa bulan jalanin ini, tagihan balik normal, dan yang lebih penting—barang-barang di rumah jadi lebih jarang rewel. Kulkas nggak bunyi aneh, setrika awet, AC ademnya konsisten. Rasanya kayak dapat dua keuntungan sekaligus dari satu usaha kecil.

Jadi kalau tagihan listrikmu bulan ini bikin kaget, coba deh tengok dulu barang-barang di rumah. Mungkin bukan salah tarifnya, cuma beberapa kebiasaan kecil yang perlu dirapikan. Mulai dari satu-dua hal dulu juga nggak apa-apa—yang penting jalan, pelan-pelan aja.

Tags: hemat listrik perawatan barang rumah tagihan listrik pekerja kantoran rumah tangga